Part 2-- Kelaperan di Pesawat

Monday, December 29, 2014

Bisa sih dibayar pake rupiah, tapi aku gak mau nyerah! Semangat hemat ketat aku pertahankan supaya bisa bertahan hidup di negeri orang. Singkat cerita, sampai mendarat, aku berhasil belum menggelontorkan dana.

Di Bandara KLIA2 (bandara baru yang super cozy, yang konon justru biaya pembangunannya 23% lebih murah daripada KLIA1), ak segera ngecek sisa ringgit. Ah, lumayan ada belasan. Langsung kepikiran KFC bandara harganya antara 6 s.d. 15 ringgit juga (kompak juga yah bandara sama pesawat bandrol harganya). Ciduk gann, hanya dengan 11 ringgit, saya dapat dua potong ayam, satu nasi tim dan satu cup kecil bakso seafood. Ihirrrr.

Selese makan, saatnya check in buat penerbangan berikutnya ke HCMC alias Saigon. Seperti biasa, nunggu boarding dan akhirnya boarding beneran. Mayoritas penumpangnya orang Vietnam dan beberapa warga Malaysia atau Indonesia. Duduk disamping gue adalah mbak-mbak Malaysia yang super 'ramah'. Kenapa gw lasih tanda petik, karena saking ramahnya kadang-kadang gw gak ngerti dia ngomong apa. Ceritanya, dia kebiasaan ngomong bahasa suku daratan sana, terus mencoba berbahasa melayu. Kandas deh perinsip-perinsip berkomunikasi.

Tapi terhibur kok deket sama mbak ini. Orangnya lucu. Sayang, tanpa sadar aku ketiduran. Beberapa menit setelah ketiduran, pesawat siap mendarat di kota terbesar dan tersibuk di Vietnam: Ho Chi Minh City. Senengnya tuh disini (pake gerakan Cita Citata)...

Lanjut ke Part 3....

0 comments:

Post a Comment