Tidaklah sulit buat nemuin bangunan-bangunan antik peninggalan Perancis di Saigon. Kota ini adalah basis mobilisasi Perancis di masa abad ke 19 di wilayah Chochincina. Gak heranlah kalau direnung-renungkan (jiaah bahasa gw), lay out atau gaya letak kota ini Eropa abiz. Pohon-pohon besar bercokolan di jalan-jalan protokol bikin pejalan kaki dan hm hm sepeda motor merasakan kesejukan selain juga membuat alam kelihatan asri dan hijau. Terlepas 1001 tantangan pas mau nyebrang (itu 1001 sesuai jumlah motor pas nyebrang), jalanan di Ho Chi Minh sangat nyaman buat dijelajahi. Papasan sama bule, muda mudi Vietnam, sepeda, motor ojek dst membuat kita gak akan merasa sendirian di muka bumi ini. Jujur seharian jalan di Ho Chi Minh gak keringetan, udaranya dingin semriwing. Pleasant banget... suer.
Dari Benh Tanh market lurus, ikuti jalan dan belok kiri sedikit, sampailah kami di Gedung cuantik nan melegenda di pusat kota Saigon. Banyak biro-biro wisata, buku panduan, postcard, dinas wisata memakai lanskap satu ini buat jadi halaman depannya. Betapa senengnya saya bisa menyambangi, mengelilingi (walau gak sampe 7 kali) dan nongkrongin dari dekat bangunan ini. Kalau gue boleh bilang, warna yang identik sama kota Saigon adalah... oranye. Warna yang elegan banget dipake buat nuansa utama bangunan (khususnya atap dan pager) dengan tembok putih agak krem. Sempurna banget lah orang-orang Perancis ini untuk urusan desain. Seneng gue di menikmati momen-momen bersejarah dlm hidup saya ini (ya iya lah, secara aku gak akan sering2 ke sini, tiket broo tiket sis gak murah...).
Nah, sekarang jujur, ada momen gokil di sini. Kami gak nemuin gedung ini begitu aja. Dua kali muter baru ketemu. Gaya sih udah mantep lah yah. Ngebule. Pake kaca mata item, tenteng peta, kalung kamera. Mau apa lagi? Bukan lantaran kami salah baca peta. Bukan. Bukan juga karena kesasar atau diculik.
Gini ceritanya... jadi bangunan ikonik dan memukau ini lagi under construction (**^@#!€€!£!¥)! Masih kelihatan cantiknya, Eropanya.... yahh 80% lah bisa dinikmati. Tapi bagaimanapun kami agak susah mengenali gedung ini karena agak beda sama di foto. Terus patung Bapak Bangsa Vietnam, Ho Chi Minh yang mestinya jadi patokan kami mengenali gedung ini, lagi dibatasi sama 'kotak seng' bercat biru full body alias gak keliatan. Rasanya tuhh gak rela. Karena aku emang pengen banget liat patung yang satu itu. Tapi ya sudah lah. Berarti emang Ho Chi Minh city pengen aku balik lagi kesini (pastinya). Dari depan city hall ini ada persimpangan: ke kiri ada Katedral Notre Dame, ke kanan ada Museum of Ho Chi Minh City dan Saigon opera house. Kira-kira kami pilih yang mana yabh? Di title selanjutnya....

0 comments:
Post a Comment